#puisi

293 posts
  • bellafebric 6h

    ♒♏

    Mengenalmu .. bukan sebuah kebetulan, bukan juga dari sebuah perjanjian atau bahkan dari sebuah perencanaan BUKAN .. lalu apa ? Kamu bertanya kepadaku ? Bahkan aku juga belum tahu jawabannya untuk hal itu .. yang ku tahu, kamu .. membuat diri ini yakin agar tidak menoleh ke belakang untuk mengulang atau hanya sekedar mengenang .. "aku bangga kamu sudah mulai belajar dari masa lalu.." lalu membuat mata dan hati ini selalu menitik fokuskan kedepan sana dengan tajam, lagi dan lagi aku benar-benar hanya melihat kamu disana, di depan sana .. aku melihat "kita" .. yakinlah kita akan bersama selamanya.
    ©bellafebric

  • elrodia 13h

    SENYUM & HARAPAN

    Jauh terpisah dari pandangan
    Ditengah waktu yang terus berjalan
    Bersama senyum dan harapan
    Beriringan dengan hari penuh keputusasaan

    Walau selalu diterpa rasa was-was
    Namun akan selalu berdiri melawan
    Apapun yang menjadi hambatan
    Kekurangan atau keterbatasan kan ku hilangkan

    Walau hanya ada sedikit kepercayaan
    Kan ku coba menerangkan hati hanya dengan senyuman.
    Meski terkadang senyuman hanya pelarian.


    ©elrodia

  • mikhaa 17h

    Arah Cahaya

    Mungkin sudah selayaknya aku membait langkah,
    Mencari arah yang lurus dan tak menyimpang.
    Langkahku terseok-seok, tersebab tanah dan reranting memeluk kakiku dengan erat.
    Membuat nafas menjadi tersengal dengan deru debar yang mengapit.

    Hembusan angin malam berusaha mengaburkan cahaya lilin putih yang tengah kudekap erat.
    Rembulan bahkan sedang tak ingin menyapaku,
    Ia menutup dirinya secara perlahan, bersembunyi dibalik naungan awan yang menggumpal di gelapnya malam.

    Diri lelah berlari bersama dinginnya aroma malam yang mencekam yang tengah memerangkap ketengan jiwaku.
    Kubenamkankan saja tubuh ini pada tanah kering yang telah menyerap peluhku yang menetes membasahinya.

    Biar saja cahaya kecilku padam ditimpa sang angin malam yang menertawakan ketakberdayaanku.
    Burung malam mulai berbisik manja padaku seolah memerintahku untuk segera memejamkan mata dengan gelisah yang menyatu dengan tubuh lunglai.

    "Ah..., aku tersesat dalam gelap semesta tanpa tuntunan arah cahaya yang pasti".
    Batinku berteriak sebelum nafas teratur, berusaha mengimbangi mata yang terpejam.
    ©mikhaa

  • kulitduren 1d

    Kau sebut cinta (?)

    ©hudduu

  • djayadi 1d

    Langit Kelabu

    Kata orang angin malam itu jahat
    Mungkin mereka hanya bersandar pada sofa malasnya
    Lewati malam angin sayu mencolekku
    Andai malam tak cepat berlalu
    Sudah kurangkul dahulu malam temaram itu
    Seraya langit kelabu bak alkohol mengundang candu

    Semalam kukira kau bercumbu dengan sang senja
    Sebelum kau bujuk mentari membenamkan diri
    Jalan yang kuanggap berkelok sebenarnya lurus
    Karena fokusku kutujukan pada elok cahaya purnama
    Darah mendidih nadi pun naik pitam
    Sebab tangkai mawar ditanganku tergantikan oleh parasmu


    ©djayadi

  • ramuansedu 1d

    Delapan belas detik menuju rasa kecewa
    Melihat kamu tak berkutik, diam saja
    Aku berusaha berbicara, tapi tidak bisa
    Hanya sekedar untuk bertegur sapa

    Kamu kemana?
    Langkah ini menjadi diam seketika
    Tapi sorot mataku masih bisa melihat kamu yang ada disana

    Ah sial, adakah rasa lebih dari 'muak'?
    Sedu ku kini kembali terisak
    Melihatmu yang sedang menyatakan rasa
    Bukan kepadaku, tapi kepada kawan lamanya
    ©ramuansedu

  • ramuansedu 2d

    Katamu dia indah.
    Hal itu yang membuatku pasrah.
    Katamu dia menarik.
    Pantas saja aku tak pernah di lirik.
    Katamu dia pemalu.
    Kali ini suaraku lebih dari sedu.
    Luka ini sudah tak baru.
    Tapi menjadi membiru.
    Itu karena cintaku yang diburu.
    Oleh wanita di sudut ujung kota tua itu.
    ©ramuansedu

  • djayadi 2d

    Pulanglah Segera

    Etika seketika menari disaat hati membiru
    Lembar puisi yang kutitipkan kini membeludak
    Memori kerap membasahi selimut yang kau sematkan
    Aku ingat akan tutur dan nafasmu
    Seringkali gundah berharap makna dari sebuah perjumpaan
    Ku tak menuntut tuan melepas kasih yang melekat
    Senandung maaf acapkali menuai rindu
    Kau lihat sayap nestapa yang menitih duka
    Gelombang nestapa kuharap sirna
    Mestinya kala itu ku dekap erat kelingkingmu
    Tidurlah karena malam telah larut menghanyutkan
    Katakan padaku jika pergimu beralasan
    Awan dan dahan yang kau usik perlahan memberitahuku
    Bila sendu terelakkan biarlah gema menjawab laraku
    Secangkir teh bersua dengan sinar rembulan
    Hanya itu yang ingin kunikmati saat mentari seakan tenggelam
    Pulanglah segera
    Ya , sementara itu lekas bawa janji wibawa yang ku pinta dulu


    ©djayadi

  • euodia 4d

    Aku mau jadi penyelamat
    Aku mau jadi sangat kuat
    Aku mau jadi batu karang
    Aku mau jadi benteng pertahanan,
    Untuk kamu.

    ©euodia

  • euodia 4d

    Aku sedang dalam perjalanan.
    Untuk menemukan diriku,
    dan akhirnya menemukanmu.

    -Sepotong Puisi Runyam

    ©euodia

  • euodia 4d

    Ada bagai rupa cinta.
    Pada rupa manakah diriku dan dirimu akan menjelma?

    ©euodia

  • djayadi 4d

    Sederhana

    Maafkan karena aku selama ini hanya mendegar intuisiku
    Sungguh aku tak ada niat meninggalkanmu
    Kau berkata akan berada disisiku apapun yang terjadi
    Cemas dan geram kira-kira yang menegurku
    Janjimu sekarang hanya tinggal janji

    Takut kehilanganmu jelas maksudku
    Tapi kamu tak pernah memperhatikanku
    Hanya hitam dan putih
    Lalu salahkah jika maksud hati meninggalkan?
    Sebenarnya tidak pernah salah

    Ya , salah jika yang kamu tinggalkan
    Adalah aku , pengagum sekaligus perintis rasamu
    Terimakasih...

    ©djayadi

  • kata_kita 5d

    Batu
    ©kata_kita

    Mencintai memang mudah
    Menurutmu apanya yang susah ?
    Ya,kamu benar untuk itu
    Mempertahankan hubungan kita

    Beribu usaha sudah kuperbuat
    Untuk memahami kamu
    Namun batu tetaplah batu
    Kita tidak direstui Tuhan sebagai pasangan

  • kata_kita 5d

    Hakim
    ©kata_kita

    Derajat dibedakan
    Hak dipermainkan
    Suram nyata menusuk jiwa
    Moral dijual demi uang

    Numpang kaya tak lihat latar belakang
    Sungguh malang dirimu
    Menjadi hakim didepanku
    Menilai dari luarnya saja

    Tapi aku tak dendam
    Karena di akhirat ada hakim yang paling benar

  • berti_isabela 5d

    Perpisahan

    Telah kudengar kabar kepergianmu
    Pergi meninggalkan kami semua
    Untuk menghadap Sang Ilahi
    Ditengah kesakitanmu

    Kami yang diliputi kesedihan
    Mencoba untuk ikhlas
    Agar kaupun tenang disana

    Setiap kenangan indah bersamamu
    Masih tergambar jelas dalam benakku
    Meski pertemuan itu jarang terjadi
    Namun selalu meninggalkan kisah 'tuk dikenang

    Kini, meskipun sosokmu tak lagi bersama kami
    Namun kau akan selalu ada dihati
    Hingga kelak kamipun menyusulmu

    Kupanjatkan doa untukmu
    Ditengah dukaku
    Kuharap kau kini
    Ada bersama Bapa dalam sorga-Nya

    Tak banyak yang ingin kusampaikan
    Hanya, terima kasih
    Telah menjadi orang tua bagi kami
    Serta menjadi panutan

    Selamat jalan orang tua terkasih
    Kukirim doa dan cinta
    Hanya untukmu


    ©berti93

  • kata_kita 1w

    Suratan
    ©kata_kita

    Jauh berkelana
    Pagi gelap kaki melangkah
    Menuju ramainya kota orang
    Meninggalkan kalian

    Waktu berputar selaku takdirnya
    Berharap pulang membawa berkat
    Untuk memberikanmu rasa bangga
    Setelah kubuka pintu rumah
    Air mata jatuh karena tahu

    Kalian sudah pulang ke rumah Tuhan

  • euodia 1w

    Berapakah lama waktu untuk mencari?
    Aku mencarimu di sepanjang hidupku.
    Berapakah lama waktu untuk menunggu?
    Aku menunggumu di segenap usiaku.

    -Sepotong Puisi Runyam

    ©euodia

  • berti_isabela 1w

    Aku Kau dan Dia

    Mencintaimu adalah kebahagiaanku
    Memilikimu adalah impianku yang terwujud
    Berada disisimu menenangkanku
    Hidup bersamamu melengkapi sukacitaku

    Bahagiaku karenamu tak cukup oleh kata-kata
    Meski seribu kata kurangkai
    Indah parasmu
    Senantiasa kukagumi

    Hingga dia hadir dalam hidupku
    Dan mengubah semuanya
    Cinta yang dia tawarkan
    Membuatku terlena

    Perlahan dia mulai menggantikan sosokmu
    Yang membuatku tak sanggup memilih
    Kucinta kau namun kubutuh dia

    Tak pernah kuharapkan berpisah denganmu
    Pun melepaskan dia
    Salahkah aku berada pada dua cinta

    Kutahu ini akan sangat menyakiti
    Untukku, kau dan dia
    Namun aku tak bisa
    Jauh darimu dan dia
    ©berti93

  • kata_kita 1w

    Rasa
    ©kata_kita

    Berbagai jalan kutempuh
    Banyak pilihan berujung nasib
    Namun kebetulan bukanlah takdir
    Yang menjadi titik akhir

    Karena pengalaman mengajarkan
    Suatu hal indah dibalik semua
    Pengajaran hebat Rasa elok
    Kira-kira apakah kita ini menjadi suatu ?

  • kata_kita 1w

    Setengah

    ©kata_kita

    Selain dia akulah miliknya
    Berjalan mesra dipandu hati
    Yang selalu menggebu-gebu
    Melayangkan kasih cinta

    Sayang hanya setengah jalan
    Meninggalkan dikala puncak
    Semoga bahagia sayang