• siska99 6w

    POLIGAMI

    Saya tulis kembali pendapat saya mengenai "POLIGAMI" berdasarkan “blog saya” saat di Arsitektur ULM Banjarmasin.
     
     
    POLIGAMI….
    Tuesday, 12 December 2006, 12:31 PM
     
    Seseorang bilang …
    cowok poligami itu munafik
    Aku tanya dari bagian mananya??
     .
    Seseorang bilang …
    poligami itu tidak setia.
    Aku tanya dari mananya??
     .
    Bukan poligami itu berarti munafik,
    Tapi, kebetulan orang yang berpoligami di Indonesia ...
    kebanyakan orang munafik, kebanyakan duit.
    Bukan pada ‘poligami’nya, tapi yang ber’poligami’.
     .
    Bukan poligami itu tidak setia,
    Tapi, kebanyakan orang-orang yang berpoligami adalah ...
    orang yang meresmikan selingkuhannya (katanya daripada zina ...)
    Sekali lagi, bukan pada ‘poligami’nya, tapi yang ber’poligami’.
     

    ‘Poligami?’ … sebuah kata yang semakin populer dewasa ini. Tulisan ini diberikan bukan untuk melakukan pembenaran di pihak yang pro maupun yang kontra. Jika ada kesalahan dalam kata-kata, tolong langsung ditegur dan diperbaiki. Diberitahukan apa yang salah, karena kita sama-sama dalam tahap belajar. Jangan hanya komentar tanpa ada penyelesaian.
     
    Akumulasi dari seluruh rangkaian pembicaraan ini diberikan agar mampu menyikapi poligami secara bijak. Dalam pengertian, bukan hanya menilai poligami dari satu sudut pandang, tetapi juga dari berbagai pengalaman orang yang pernah mengalaminya. Adalah suatu KEBODOHAN ketika ruang gerak poligami 'dipersempit', sementara itu masalah pelacuran, perselingkuhan dan perzinaan hanya dipandang sebelah mata. Memang kita tidak bisa berharap sesuatu yang indah dari sistem kapitalis yang hanya melihat ‘siapa yang menjual dan siapa yang membeli'.
     
    Poligami itu sah-sah saja asal pelakunya ADIL, kalau tidak bisa adil JANGAN. Disinilah kompleksnya berbuat KEADILAN, khususnya dalam ranah PERASAAN yang sangat abstrak. Ibarat obat, poligami bukan obat yang cocok bagi siapa saja, pasti selalu disertai dengan catatan kontra indikasi.
     
    Karena itu, 'PEMBELA POLIGAMI' tak perlu terlalu bernafsu untuk menyalahkan mereka yang 'TIDAK MAU' POLIGAMI. Sebab kasus poligami yang sering ditemui, ternyata tidak didorong oleh keinginan utama untuk menjalankan perintah agama. Agama selalu menjadi TAMENG LEGITIMASI (katanya daripada zina...) untuk melapangkan jalan, menenangkan kegamangan pikiran dan perasaan pelakunya. Dengan demikian, POLIGAMI RELIGIUS atau POLIGAMI SEKULER menjadi tipis batasnya.
     
    Demikian pula, mereka yang 'TIDAK MAU' POLIGAMI tidak perlu terlalu jauh memvonis mereka yang BERPOLIGAMI, atau memvonis seorang lelaki yang menikahi lebih dari satu perempuan adalah ‘penjahat kemanusiaan’ yang merendahkan martabat perempuan. Ingat, kenyataan perempuan itu tak homogen. Dunia perempuan itu laksana belantara luas yang mustahil disimpulkan hanya oleh sebuah tulisan yang penuh keterbatasan dan nafsu. Dunia perempuan itu pernuh warna. Dan ingat pula, bukan pada ‘poligami’nya yang salah, tapi yang ber’poligami’. Karena KETETAPAN ALLAH Subhanahu wa Ta'ala TIDAK PERNAH SALAH.
     
    Intinya, kalau masih amatiran dan tidak punya ‘BEKAL ILMU’, sebaiknya jangan berpoligami daripada nantinya ikut-ikutan memelintir ayat-ayat Tuhan untuk kepentingan nafsu belaka. Karena POLIGAMI AMATIRAN akan menjadi RACUN SEJATI, baik bagi wanita maupun bagi agama. Allahu a'lam bish-showaab

    ©SDP'99